Spesialis Menerbitkan Al-Qur'an & Buku Islam Sejak Tahun 2004

10 Adab I’tikaf Di Bulan Ramadhan

10 Adab I’tikaf Di Bulan Ramadhan – Ber I’tkaf atau berdiam diri di masjid merupakan perkara sunnah yg baik dilakukan saat bulan Ramadhan. Selain mendekatkan diri pada Allah, I’tikaf juga merupakan upaya positif yg bisa menghindarkan dr hal-hal yg negatif.

Terlebih lagi di bulan puasa, alangkah baik apabila dlm upaya menahan lapar & haus & melawan pikiran yg terkadang bosan, sangat ianjurkan untuk ber i’tikaf karena dapat mengisi waktu luang dgn hal hal yg baik.

Tentu saja dikarenakan kita berdiam diri di masjid, akan mendorong upaya-upaya ibadah yg baik jika kita lakukan di masa-masa tersebut. Contohnya adalah i’tikaf diisi dgn shalat sunnah, berdiam (berdzikir dlm hati), membaca Al-Qur’an, & segala sesuatu hal baik yg dapat dihitung sebagai upaya menghidupi Masjid. // 10 Adab I’tikaf Di Bulan Ramadhan

Di bulan Ramadan, Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam juga mengisi waktu dgn ber I’tikaf. I’tikaf di bulan ramadhan yg dilakukan Rasulullah itu dijelaskan oleh hadist yg diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu’anhu :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعتكف في كل رمضان عشرة أيام ، فلما كان العام الذي قبض فيه اعتكف عشرين يوما

“Biasanya Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam beri’tikaf sepuluh hari di setiap Ramadan. Di tahun kematiannya, beliau beri’tikaf dua puluh hari.” (HR. Bukhari)

Cara Rasulullah ber I’tikaf memang beliau melakukannya pada 10 hari terakhir ramadhan. Namun, sejatinya I’tikaf dapat dilakukan kapanpun dan hukumnya Sunnah (mendapat pahala jika dilakukan). Yang utama adalah di bulan ramadhan.

I’tikaf sendiri memang harus dilakukan di masjid, bukan di tempat lain bahkan di rumah. Karena kembali ke arti I’tikaf sendiri yg adalah berdiam di masjid. Berdiam dlm arti Memuliakan & bertamu di rumah Allah.

Karena I’tikaf adalah bertamu, sudah sepantasnya kita menjaga perilaku & sesuatu hal lain untuk bertemu pada pemilik rumah. Berikut adalah 10 adab i’tikaf di bulan Ramadhan.

10 Adab I’tikaf Di Bulan Ramadhan

1. Harus dlm Keadaan Suci

Adab i’tikaf di bulan Ramadhan yg pertama adalah kita harus dlm keadaan suci. Bersuci dgn mandi & berwudhu, membersihkan diri dr segala maca najis & hadas agar tubuh menjadi bersih & segar. // 10 Adab I’tikaf Di Bulan Ramadhan

2. Berpenampilan Rapi & Bersih

Tentu saja hal ini harus dilakukan, karena kita harus tampil baik apabila ingin bertamu ke rumah Allah. Dengan begitu, tak hanya Allah saja yg senang melihat kita, namun orang lain pun tak akan timbul prasangka suudzon saat melihat kita.

3. Memakai wangi-wangian

Memakai wangi-wangian dlm arti tak berlebihan. Berfungsi sebagai upaya untuk menghindarkan diri dr bau busuk yg berpotensi akan mengganggu orang lain. Selain harum, kita pula akan lebih nyaman dlm beribadah. // 10 Adab I’tikaf Di Bulan Ramadhan

4. Memperbanyak langkah kaki dlm Perjalanan Menuju Masjid

Misalnya mengambil rute yg berbeda & berjalan dgn santai, riang & tak tergesa-gesa. Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dlm sebuah Hadist yg berbunyi :

Barang siapa bersuci di rumahnya, lalu pergi ke salah satu masjid untuk menunaikan kewajiban salat fardlu, maka semua langkahnya yg satu menggugurkan dosanya & yg lain mengangkat derajatnya. (H.R. Muslim)

5. Baik Hukumnya Apabila Sepanjang Perjalanan Diiringi Membaca Do’a

Tentu saja, alangkah mulia apabila disepanjang perjalanan menuju Masjid dgn niat ber I’tikaf, diiringi berdoa dlm hati. Menenangkan hati & pikiran agar segala sesatu yg akan dilakukan dimasjid menjadi berkah bagi diri sendiri.

6. Melangkahkan Kaki Kanan terlebih dahulu saat Masuk Masjid.

Hal ini iajarkan oleh Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam. Dimana apabila ingin Masuk Masjid maka dahulukan kaki kanan, sedangkan saat keluar maka dahulukan kaki kiri. Masuk ke masjid dgn membaca :

Allahumaftah lii abwaaba rahmatik

(Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu) // 10 Adab I’tikaf Di Bulan Ramadhan

7. Mengerjakan Salat Sunnah 2 Rakaat

Hal ini pula iajarkan oleh Rasulullah. Dimana tatkala masuk masjid, maka disunahkan untuk Salat 2 Rakaat ( Tahiyatul Masjid) terlebih dahulu sebelum duduk. Hal ini pula merupakan adab i’tikaf di bulan Ramadhan.

8. Menjaga Kebersihan

Termasuk adab yaitu tak membuang sampah atau meninggalkan segala macam hal yg dapat mengotori masjid. Selain dapat mengganggu orang lain, hal ini pula mengakibatkan masjid yg seharusnya bersih & suci menjadi kotor.

9. Tidak berbicara (Mengobrol) Soal bisnis di dlm Masjid

Membicarakan transaksi duniawi pula tak diperkenankan, Pasalnya selain tak sopan pula dapat menganggu ketenangan. Apabila ingin ber I’tikaf maka niatkanlah untuk mendekatkan diri pada Allah. Dan segala macam urusan yg bersifat duniawi alangkah baiknya dikesampingkan & dibahas lagi di luar & di lain waktu.

Hal ini didasari dr Sabda Rasulullah yg disampaikan oleh Abu Hurairah

“Jika ananda-sekalian melihat orang berjual-beli atau orang yg barangnya dibeli di masjid, maka katakanlah pada mereka: mudah-mudahan Allah tak memberikan keuntungan pada perdaganganmu. Dan jika ananda-sekalian melihat orang di masjid yg mengumumkan barangnya yg hilang, maka katakanlah: mudah-mudahan Allah tak mengembalikan barangmu” (HR. At Tirmidzi)

10. Tidak Meninggalkan Masjid Saat Adzan sudah dikumandangkan

I’tikaf harus dilakukan & diisi dgn amalan-amalan bermanfaat (berdoa, berdzikir, membaca Al-Qur’an dsb). Dan apabila I’tikaf mendekati waktu Adzan shalat maka hendaknya tak keluar dr masjid & langsung ikut salat jamaah. Karena Hal ini merupakan adab yg mana saat panggilan shalat sudah dikumandangkan, maka tak sopan apabila tiba-tiba meninggalkan masjid. // 10 Adab I’tikaf Di Bulan Ramadhan

Tentusaja I’tikaf merupakan salah satu hal yg dapat kita lakukan untuk memaknai Ramadhan. Selain dapat mengisi waktu luang, dgn menghidupi masjid maka kita akan mendapat keberkahan pula.

Bahkan ada dalil yg menjelaskan keutamaan-keutamaan dr orang-orang yg menghidupidkan & memakmurkan masjid. Allah berfirman dlm QS, At Taubah ayat 18 ygberbunyi :

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

“Hanyalah yg memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yg beriman pada Allah & hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tak takut (kepada siapapun) selain pada Allah, maka merekalah orang-orang yg diharapkan termasuk golongan orang-orang yg mendapat petunjuk.”

Tertarik untuk memesanan alquran atau buku-buku islam di Penerbit Jabal? Silahkan buka website kami www.penerbitjabal.com. Selanjutnya, sampaikan kebutuhan pesanan Anda pada admin kami.

Kontak Penerbit Jabal

HP/WA: 0853 1512 9995
Telp/Fax: 022-7809282
Email: penerbit_jabal@yahoo.com
Jl. Desa Cipadung No 47 Cibiru Bandung Jawa Barat, Indonesia

Baca Artikel Lainnya :

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko
penerbit alquran

Penerbit Jabal

Selamat datang di Penerbit Jabal. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Ada yang bisa kami bantu?