Spesialis Menerbitkan Al-Qur'an & Buku Islam Sejak Tahun 2004

Bolehkah Memberikan Zakat Kepada Non Muslim?

Penerbitjabal.com, Bolehkah Memberikan Zakat Pada Non Muslim? – Zakat merupakan salah satu rukun Islam yg wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yg mampu. Peranannya tak hanya berkaitan dgn ubudiyyah murni, namun pula berfungsi untuk membangun kesejahteraan sesama, karena itu zakat disebut dgn ibadah ghairu mahdlah. 

[ Lihat Rekomendasi : Penerbit Al Quran ]

Bolehkah Memberikan Zakat Pada Non Muslim?

Zakat dengan-cara garis besar ada dua, zakat mal & zakat fitrah atau bisa pula disebut zakat badan. Namun, bolehkah zakat fitrah diberikan pada non-Muslim? Dalam hal ini, para ulama mazhab berbeda pendapat. Berikut penjelasannya!

Imam Syafi’i

Dalam mazhab Syafi’i, zakat fitrah tak diperbolehkan diberikan pada non-Muslim, baik kaya atau miskin, dzimmi (yang berdamai) atau harbi (yang memerangi). Larangan tersebut pula berlaku untuk zakat mal. Larangan tersebut berlandaskan dalil hadits Nabi saat mengutus sahabat Mu’adz bin Jabal:

 صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم

“Sedekah yg iambil dr orang kaya mereka (Muslimin), kemudian diberikan pada orang faqir mereka (Muslimin). (HR al-Bukhari & Muslim)

Namun, boleh memberikan bagian dr harta zakat pada non-Muslim yg menjabat sebagai petugas penimbang, humasi atau penjaga harta zakat. Kebolehan tersebut bukan pemberian atas nama zakat, namun atas nama upah dr pekerjaan mereka (dari bagian amil zakat).

Dalam kitab al-iqna’ dijelaskan:  

   و ) الخامس (لا تصح للكافر) لخبر الصحيحين صدقة تؤخذ من أغنيائهم فترد على فقرائهم ، نعم الكيال والحمال والحافظ ونحوهم يجوز كونهم كفارا مستأجرين من سهم العامل لأن ذلك أجرة لا زكاة . وإنما جاز في الحمال والكيال ومن ذكر معهما أن يكون كافرا أو هاشميا أو مطلبيا لأن ما يأخذه العامل أجرة لا زكاة ؛ لأن الاستئجار أخرجه عن كونه زكاة حقيقة كما ذكره الشارح

“Yang kelima, tak sah zakat pada non-Muslim karena hadits al-Bukhari & Muslim ‘Sedekah yg iambil dr orang kaya mereka (Muslimin)’, kemudian diberikan pada orang faqir mereka (Muslimin). Namun, penakar, pembawa, penjaga & sesamanya boleh dr seorang non-Muslim yg disewa dr bagian amil, sebab hal tersebut adalah upah, bukan zakat.” (Syekh al-Khathib al-Syarbini, al-Iqna’ Hamisy Hasyiyah al-Bujairami, juz 6, halaman 394)

Imam Abu Hanifah

Menurut pandangan Imam Abu Hanifah & muridnya Muhammad, dibolehkan memberikan zakat fitrah pada non-Muslim dzimmi yg fakir. Landasan mereka adalah ayat:

 إِن تُبْدُواْ الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لُّكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ

“Jika ananda menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika ananda menyembunyikannya & ananda berikan pada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dr ananda sebagian kesalahan-kesalahanmu.” (QS al-Baqarah: 271)

Ayat tersebut tak membedakan fakir yg Muslim & non-Muslim, kecuali dlm masalah zakat mal, karena ada larangan khusus dlm haditsnya sahabat Mu’adz, yg kedudukannya men-takhsish ayat ini. Alasan lainnya, memberikan zakat pada kafir dzimmi yg fakir adalah termasuk mendatangkan kebaikan pada mereka.

Imam Hambali

Dalam pandangan mazhab Hanbali ditegaskan, boleh memberi zakat (termasuk zakat fitrah) pada non-Muslim yg menjadi panutan di kelompoknya tatkala terdapat salah satu dr dua alasan. Pertama, diharapkan keislamannya. Kedua, tatkala dikhawatirkan aksinya dapat menyerang orang Islam. Pemberian zakat pada non-Muslim dgn ketentuan di atas iambilkan dr bagian muallaf qulubuhum. Syekh Ibnu Quddamah mengatakan:

“Muallaf qulubuhum ada dua, Muslim & non-Muslim, mereka semua adalah tuan yg menjadi panutan di kelompoknya seperti yg telah kami sampaikan. Non-Muslim ada dua. Pertama, orang yg diharapkan keislamannya, maka diberikan zakat agar niatnya memeluk islam kuat & dapat mencondongkan hatinya untuk memeluk islam, sesungguhnya Nabi saat pembebasan kota Mekah memberikan jaminan keamanan pada Shofwan bin Umayyah, & Shofwan menguji Nabi selama empat bulan untuk melihat sikap beliau & keluar bersama Nabi di perang Hunain. Saat Nabi memberinya beberapa pemberian, Shofwan mengatakan, apa ini?. Lalu Nabi berisyarah menuju bukit yg terdapat unta di dlmnya, Nabi mengatakan, ini untukmu. Shofwan menjawab, ini adalah pemberian orang yg tak takut faqir. Kedua, non-Muslim yg dikhawatirkan keburukannya, maka diharapkan pemberian zakat padanya dapat mencegah keburukannya & para pengikutnya. Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa suatu kelompok datang pada Nabi, bila Nabi memberi mereka, maka mereka memuji islam & berkata, ini adalah agama yg baik. Bila Nabi tak memberi, mereka mencela.” (Ibnu Quddamah al-Maqdisi, al-Syarh al-Kabir, juz 2, hal 697)

Syekh Wahbah al-Zuhaili

Syekh Wahbah al-Zuhaili mengatakan:

 وأما ما سوى الزكاة من صدقة الفطر والكفارات والنذور، فلا شك في أن صرفها إلى فقراء المسلمين أفضل؛ لأن الصرف إليهم يقع إعانة لهم على الطاعة

“Adapun selain zakat dr sedekah fitri, kafarat & nadzar, tak diragukan lagi mengalokasikannya pada orang Islam yg fakir lebih utama, sebab memberikan pada mereka dapat membantu mereka melakukan ketaatan.” (Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, juz 3, halaman 310)

[ Baca Juga Artikel : Bacaan Dzikir Petang Yang ianjurkan Lengkap! ]

Penerbit Jabal Spesialis Menerbitkan Al Quran Sejak Tahun 2004

Artikel ini diterbitkan 20 Maret 2023 Harga bisa berubah sewaktu-waktu. Informasi & Pemesanan pemesanan silahkan klik “Chat Via WhatsApp” di bawah ini. // Artikel Bolehkah Memberikan Zakat Pada Non Muslim

Untuk cek ketersedian stock produk di penerbitjabal.com jangan sungkan untuk bertanya pada admin kami.

Lihat Juga Artikel Lainnya :

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko
penerbit alquran

Penerbit Jabal

Selamat datang di Penerbit Jabal. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Ada yang bisa kami bantu?