Spesialis Menerbitkan Al-Qur'an & Buku Islam Sejak Tahun 2004

Hukum Zikir Dengan Suara Keras, Bolehkah?

Penerbitjabal.com, Hukum Zikir Dengan Suara Keras, Bolehkah? – Sebagai muslim, kita diperintahkan untuk selalu mengingat Allah SWT dgn cara zikir sebanyak-banyaknya.

Lihat Rekomendasi : Penerbit Alquran

Allah SWT berfirman dlm Al Qur’an yg artinya:

“… & ingatlah Allah banyak-banyak supaya ananda beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah : 10)

Allah pula berfirman:

“Hai orang-orang yg beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yg sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab : 41)

Zikir dlm Islam memiliki kedudukan yg sangat tinggi karena zikir merupakan ibadah yg terbaik. Selain itu, zikir pula merupakan tujuan ibadah serta tujuan diciptakannya langit & bumi.

Oleh karena itu, tatkala berzikir, hendaknya seorang muslim harus bersandar pada adab-adab berzikir, salah satunya adalah bersuara lirih & tak meninggikan suara tatkala berzikir. // Hukum Zikir Dengan Suara Keras

Baca Juga : Bacaan Dzikir Untuk Siang Hari

Dari Abi Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Ketika bersama Rasulullah dlm safar, & tatkala mendekati lembah kita membaca tahlil & takbir, suara kita meninggi, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Wahai manusia, lembutlah terhadap diri kalian, sesungguhnya kalian tak menyeru Dzat yg tuli, & Dzat yg tak ada di tengah kalian, ia bersama kalian, Maha Mendengar Dekat, Mahaagung & Mahatinggi Namanya & kebesaran-Nya.” (HR. Bukhari)

Lalu, Bagaimana Hukum Zikir dgn Suara Keras?

Ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama terkait zikir dgn suara keras. Dan perbedaan pendapat ini telah berlangsung sejak zaman dahulu. Sebagian ulama membolehkan untuk zikir dgn suara keras & sebagain lainnya memakruhkannya.

Berikut adalah ulasan singkatnya.

1. Boleh

Hukum zikir dgn suara keras adalah boleh. Dasar hukumnya adalah hadits yg diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim.

Baca Juga : Urutan Dzikir Setelah Shalat

Dari Ibnu Abbas, beliau berkata:

“Sesungguhnya mengeraskan suara di kala berzikir seusai orang-orang melaksanakan shalat fardhu pernah dilakukan di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.“

Selanjutnya Ibnu Abbas berkata:

“Aku mengetahuinya & mendengarnya apabila mereka telah selesai dr shalatnya & hendak meninggalkan masjid.” (HR. Bukhari Muslim)

Sementara itu, menurut Al-Imam Asy-Syafi’i, hukum zikir dgn suara keras adalah sunat jika ditujukan untuk mengajarkan pada para makmum. Imam Syihabuddin Al-Qasthalani menyatakan:

“Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah sebagaimana telah diceritakan oleh Imam Nawawi rahimahullah, mempertangguhkan hadits ini, bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam & para sahabatnya mengeraskan suaranya dlm berdzikir sehabis shalat fardhu itu bersifat temporer, karena ada motif mengajarkan sifat zikir, mereka tak dengan-cara kontinyu mengeraskan suaranya.”

Dalam kitabnya, Al-Umm, Imam Syafi’I menyebutkan bahwa beliau memilih imam & makmum agar berzikir setelah selesai shalat, & merendahkan suara dlm berzikir kecuali bagi imam yg hendak mengajarkan zikir. // Hukum Zikir Dengan Suara Keras

Produk Jabal : Mushaf Aqilah Hard Cover A6

2. Makruh

Hukum zikir dgn suara keras adalah makruh. Dasar hukumnya adalah sebagai berikut.

  • Surat Al-A’raaf ayat 55 yg artinya:

“Berdoalah pada Tuhanmu dgn berendah diri & suara yg lembut. Sesungguhnya Allah tak menyukai orang-orang yg melampaui batas.” (QS. Al-A’raaf : 55)

  • Surat Al-A’raaf ayat 205 yg artinya,

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dlm hatimu dgn merendahkan diri & rasa takut, & dgn tak mengeraskan suara.” (QS. Al-A’raaf : 205)

  • Hadits riwayat Bukhari No. 2770

Dari Abi Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Ketika bersama Rasulullah dlm safar, & tatkala mendekati lembah kita membaca tahlil & takbir, suara kita meninggi, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Wahai manusia, lembutlah terhadap diri kalian, sesungguhnya kalian tak menyeru Dzat yg tuli, & Dzat yg tak ada di tengah kalian, ia bersama kalian, Maha Mendengar Dekat, Mahaagung & Mahatinggi Namanya & kebesaran-Nya.” (HR. Bukhari)

Dari ulasan di atas, disimpulkan bahwa hukum berzikir dgn suara lembut maupun suara keras adalah boleh & makruh & masing-masing memiliki dasar hukumnya sendiri. Sebaiknya sebagai muslim, mengembangkan sikap saling menghargai karena merupakan jalan terbaik dibandingkan memperdebatkannya. // Hukum Zikir Dengan Suara Keras

Lihat Rekomendasi : Penerbit Alquran

Demikian pembahasan artikel mengenai Dzikir, Semoga bermanfaat & mudah-mudahan dgn selalu berdzikir pada Allah kita selalu dekat & keimanan & ketaqwaan kita semakin meningkat & kuat. Aamiin Allahuma Aaamiin.

Tertarik untuk memesanan alquran atau buku-buku islam di Penerbit Jabal? Silahkan buka website kami www.penerbitjabal.com. Selanjutnya, sampaikan kebutuhan pesanan Anda pada admin kami.

Kontak Penerbit Jabal

HP/WA: 0853 1512 9995/ 0878 2408 6365
Telp/Fax: 022-7809282
Email: penerbit_jabal@yahoo.com

Jl. Desa Cipadung No 47 Cibiru Bandung Jawa Barat, Indonesia

Baca Artikel Lainnya :

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko
penerbit alquran

Penerbit Jabal

Selamat datang di Penerbit Jabal. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Ada yang bisa kami bantu?