Spesialis Menerbitkan Al-Qur'an & Buku Islam Sejak Tahun 2004

Muhasabah Diri: Kematian Si Penghancur Kelezatan

Penerbitjabal.com, Kematian Si Penghancur Kelezatan – Sahabat Jabal, pernahkan kita mencoba membayangkan tatkala kita terbangun dr tidur, keadaan di sekitar kita sudah berubah.

Ketika melihat ke sekeliling kita, entah apa yg telah terjadi, banyak sekali orang yg kini tengah melihat sosok jasad yg sudah terbujur kaku.

Lihat Rekomendasi : Penerbit Alquran

Di sanalah, keluarga yg kita cintai, sanak saudara kita, kerabat kita, teman-teman terdekat kita tengah menangis di samping sosok jasad yg terbujur kaku. Alangkah kagetnya tatkala kita lihat jasad yg terbaring diselimuti kain putih di tengah-tengah mereka ternyata adalah diri kita.

Tak lama dr itu, jasad kita dibawa ke suatu tempat. Kemudian, dimasukkan ke dlm lubang yg ukurannya tak lebih dr satu kali dua meter dgn kedalaman yg tak lebih dr dua meter.

Keluarga serta orang-orang terdekat mengantarkan jasad kita hanya selama beberapa saat ke liang lahat tersebut. Setelahnya, mereka pergi & kita pun perlahan mendengar suara langkah mereka yg pelan-pelan mulai menghilang meninggalkan kita sendirian.

Pada akhirnya kita pun hanya ditemani sunyi, ditinggalkan sendirian dlm kegelapan. Tak ada lagi keluarga maupun orang-orang terdekat yg menemani kita di dlm sana.

Inilah ia si “Penghancur Kelezatan” dunia, ia adalah sebuah kepastian. Siapa pun pasti akan mengalaminya, hanya soal waktu yg dapat membedakannya, ialah “Kematian”.

Banyak orang yg tak suka dgn pembahasan ini, karena pada hakikatnya kematian merupakan perkara yg tak disukai oleh siapa saja.

Sebab, kematian memberikan gambaran yg menyakitkan salah satunya adalah berpisah dgn orang-orang yg dicintai.

Produk Rekomendasi : Buku Metode Menjemput Kematian

Entah apa yg akan terjadi setelah kematian, banyak hal yg mengkhawatirkan dibalik kematian.

“Perbanyaklah banyak mengingat penghancur kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang & jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya lapang, maka ia tak akan tertipu dgn dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban & Al Baihaqi)

Suka tak suka, mau tak mau kita harus banyak membahas & merenungi tentang kematian, karena meskipun kita telah banyak membaca Al Quran atau sering mendengarkan nasihat, tetapi kita masih sering lalai terhadap kematian.

Entah itu karena sebagian hati kita sudah keras karena kemaksiatan yg telah kita tumpuk tiap hari, atau karena penglihatan yg haram, pendengaran yg haram, komentar-komentar yg tak baik atau hati yg telah menghitam, atau pula karena makan dr hasil yg haram, & masih banyak lagi penyebab lainnya yg dapat membuat kita lalai pada kematian.

Padahal, di sekitar kita banyak sekali orang-orang yg meninggal dimulai dr keluarga kita, kerabat kita atau saudara kita. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Meninggal dunia menjadi hal yg sudah tak asing di lingkungan kita.

Namun, hati kita masih belum tergugah mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian. Sebab hati kita sudah mati karena kemaksiatan atau karena dunia yg telah menyibukkan kita sehingga kita lalai terhadap kematian.

Sikap kita menunjukkan seolah-olah kita akan hidup lama di dunia, seolah-olah kita akan hidup kekal.

Kematian tak bisa kita hindari, siapa pun tak akan ada yg bisa lari drnya. Namun, sangat disayangkan karena masih sangat sedikit orang yg mau mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata, “Aku taklah pernah melihat suatu yg yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yg mau mempersiapkan diri menghadapinya.” (Tafsir Al Qurthubi)

Kematian adalah suatu perkara yg sangat diyakini setiap orang akan mati. Setiap umat semua sepakat bahwa kematian itu ada, sesuatu yg pasti, sesuatu yg sangat diyakini tanpa ada keraguan di dlmnya.

Akan tetapi, kenapa kematian masih menjadi suatu hal yg meragukan? Karena masih banyak manusia yg menunjukkan seakan-akan dirinya tak akan pernah mati. Seakan-akan tak yakin dgn adanya kematian.

Lihat Juga : Jangan Takut Miskin, Orang Islam Harus Tahu Ini

Para ulama menamakan kematian dgn “al Qiyamah as-Shughra”. Rasulullah SAW pula telah mengingatkan tiap umat tentang kematian dlm haditsnya,

“Orang yg telah mati, telah datanglah kiamatnya sendiri,” (HR. Ibnu Abid-Dun-ya dr hadis Anas)

Tertarik untuk memesanan alquran atau buku-buku islam di Penerbit Jabal? Silahkan buka website kami www.penerbitjabal.com. Selanjutnya, sampaikan kebutuhan pesanan Anda pada admin kami.

Kontak Penerbit Jabal

HP/WA: 0853 1512 9995/ 0878 2408 6365
Telp/Fax: 022-7809282
Email: penerbit_jabal@yahoo.com

Jl. Desa Cipadung No 47 Cibiru Bandung Jawa Barat, Indonesia

Baca Artikel Lainnya :

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko
penerbit alquran

Penerbit Jabal

Selamat datang di Penerbit Jabal. Kami siap membantu semua kebutuhan Anda

Ada yang bisa kami bantu?